TERUNGKAP! Diduga hasil Hubungan Gelap, Seorang Ibu Tega Membunuh Bayinya Sendiri di Banjarnegara

- 6 Juli 2024, 07:30 WIB
TERUNGKAP! Diduga hasil Hubungan Gelap, Seorang Ibu Tega Membunuh Bayinya Sendiri Di Banjarnegara/Humas Polres banjarnegara
TERUNGKAP! Diduga hasil Hubungan Gelap, Seorang Ibu Tega Membunuh Bayinya Sendiri Di Banjarnegara/Humas Polres banjarnegara /Dian Sulistiono/

BANJARNEGARAKU.COM – Warga Kecamatan Punggelan Banjarnegara berinisial T (41) tega menghilangkan nyawa bayinya sendiri. Hal itu terungkap oleh Sat Reskrim Polres Banjarnegara telah mengungkap tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak dibawah umur yang mengakibatkan kematian.

Peristiwa ini dilakukan oleh seorang perempuan berinisial T, dimana kejadian tindak pidana tersebut terjadi pada tanggal 12 April 2024.

Baca Juga: Berenang di Kolam Renang Omah Sawah Kalisengge Gumelem Wetan Banjarnegara, Cocok Buat Momong Anak Saat Liburan

Menurut keterangan Kapolres Banjarnegara AKBP Erick Budi Santoso, SH, SIK, MH mengatakan, tiga hari setelah kejadian atau tanggal 15 April 2024 kemudian ada laporan masyarakat ke Polsek Punggelan terkait bayi yang meninggalnya tidak wajar dan tidak diketahui kalo tersangka hamil.

"Kemudian kami memerintahkan Kasat Reskrim beserta Kapolsek untuk melakukan penyelidikan, hasil penyelidikan kemudian diperikasalah saksi-saksi dan kami putuskan bongkar kuburan dan dilanjutlan autopsi," katanya saat konferensi pers di Aula Samgraha Marga Rupa Mapolres Banjarnegara, Jumat 5 Juli 2024.

Sat Reskrim Polres Banjarnegara ungkap seorang Ibu Tega membunuh bayinya sendiri di Banjarnegara/Humas Polres Banjarnegara
Sat Reskrim Polres Banjarnegara ungkap seorang Ibu Tega membunuh bayinya sendiri di Banjarnegara/Humas Polres Banjarnegara

Dijelaskan Erick Budi Santoso, pihaknya kemudian dilanjutkan dengan penyidikan dan bayi tersebut diautopsi, bahwa berdasarkan hasil autopsi bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, berat 3 Kg bayi sudah berumur cukup bulan dan mampu hidup diluar kandungan, bayi masih hidup saat dilahirkan, ditemukan tanda pembekapan.

Baca Juga: Gus Baha: Gantungkan Semua Permasalahan Kepada Allah

"Sehinga kami berkeyakinan bahwa bayi tersebut mati bukan karena keguguran tapi karena dibunuh," ucap dia.

Lanjut Erick Budi Santoso, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.15 WIB tersangka bangun tidur dan merasa kontraksi, saat itu tersangka tetap melakukan aktifitas mencuci dan tidak pergi ke fasilitas kesehatan.

"Hingga akhirnya sekitar pukul 07.00 WIB selesai mencuci, lalu masuk kamar mandi hendak mandi akan tetapi perutnya semakin mulas seperti mau melahirkan, saat itu tersangka panik dan tidak keluar kamar mandi, disitulah tersangka mengejan sambil berdiri dan melahirkan bayi seorang diri," ujarnya.

Diungkapkan Kapolres, Setelah bayi lahir, tersangka mengarahkan bayi masuk ke dalam ember berisi air, bayi tersebut dibiarkan 5 menit di dalam ember berisi air hingga mati, kemudian dibungkus dengan plastik kresek putih kemudian bayi diletakan diatas sarung.

Baca Juga: Tak Ada Korban Jiwa, Truk Rem Blong, Kecelakaan di Exit Tol Bawen Semarang

"Lalu tersangka bersih-bersih dan keluar dengan menggendong bayi menuju kamar, sesampainya di kamar, bayi dan sarung tersebut ditaruh ember warna hijau, setelah itu tersangka tiduran diatas kasur lantai," kata dia.

Tak lama kemudian, suami tersangka masuk ke dalam kamar dan melihat tersangka berlumuran darah. Sesudah itu, suami tersangka juga melihat ada darah yang keluar dari kemaluan tersangka dan bertanya apakah habis pendarahan.

"Tersangka saat itu menjawab iya, tapi bayinya sudah meninggal, setelah itu suami tersangka membujuk tersangka agar pergi ke Puskesmas akan tetapi tersangka menolak dan setelah itu tersangka tidak sadarkan diri," ucapnya.

"Setelah kejadian tersebut, lalu pada hari itu juga bayi dikuburkan," ungkapnya.

Baca Juga: Kompetisi Sains Madrasah 2024 Tingkat Kabupaten Kota Diumumkan, Ini Tahapan Selanjutnya

Tak menunggu lama, kata Kapolres, pada tanggal 16 April 2024 tersangka ditangkap di rumahnya kemudian dibawa ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan, setelah diperiksa dan cukup bukti kemudian dilakukan penahanan terhadap tersangka.

"Berdasarkan pemeriksaan bahwa tersangka tega membunuh bayi yang baru dilahirkan karena bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan pria idaman lain (PIL) yang merupakan tetangga tersangka yang dilakukan di rumah tersangka," sambung Kapolres.

Menurut Keterangan, bahwa tersangka ini sudah punya suami dan 3 anak, akan tetapi suami tersangka sering merantau ke Jakarta.

Baca Juga: Implementasi Program VVIP Jamkestama Asuransi Kesehatan PT Jasindo di RSI SA Semarang Ditinjau BURT DPR RI

"Tersangka melakukan tindak pidana tersebut karena merasa takut dan khawatir jika ada yang tahu kalo sedang hamil," tutur dia.

Dari keterangan tersebut terungkap modus operandinya, tersangka menyembunyikan kehamilan hingga melahirkan seorang diri tanpa bantuan medis kemudian korban dibunuh.

"Adapun barang bukti yang diamankan yakni, satu potong daster warna coklat, satu potong sarung warna coklat, satu buah ember warna hijau, satu lembar kartu keluarga, satu embar surat keterangan kematian jenazah bayi dan satu buah buku nikah," bebernya.

Baca Juga: Hiu Selatan Hard Enduro 2024: Pertarungan Ketat Para Rider di Downtown Prologue

Dan berdasarkan pemeriksaan para saksi dan barang bukti yang disita, tersangka dijerat Pasal 80 Ayat (3) dan atau ayat (4) Jo Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Ancaman hukumannya 10 tahun penjara, karena dilakukan oleh ibunya ancaman ditambah 1/3 hukuman, sehingga tersangka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun," pungkasnya.***

Editor: Dian Sulistiono

Sumber: Humas Polres Banjarnegara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub