Bisa-Bisane? Begini Kronologi Ibu di Banjarnegara B***h Bayinya dengan Men****kan di Ember

- 6 Juli 2024, 11:00 WIB
Pembunuhan Bayi
Pembunuhan Bayi /Ilustrasi /pixabay


BANJARNEGARAKU.COM
 – Bisa-bisane? Kok bisa? Seorang ibu warga Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah tega membunuh bayinya sendiri. 

Bisa-bisane lho ya, padahal bayi itu baru saja dilahirkannya sendiri. Yang di luar akal sehat manusia, bayi atau orok yang masih berwarna merah ternyata dilahirkannya sendiri di kamar mandi.

Dan, yang mengenaskan, bayi yang baru saja dilahirkannya ke dunia itu dibunuh dengan cara mencelupkan di ember berisi air di kamar mandi itu pula.

Bai yang baru satu menit menghirup udara bebas selama semenit kemudian dimasukkan ke dalam ember berisi air dan didiamkan selama5 menit.

Baca Juga: Suporter Jerman Kecewa Usai Tim Kesayangannya Dikalahkan Spanyol, Tuan Rumah Terhenti Di Perempat Final Euro

Kronologi kejadian selengkapnya ikuti artikel ddi bawah ini sebagaimana diungkap jajaran Sat Reskrim Polres Banjarnegara, Jawa Tengah.

Seorang perempuan berinisial T (41) warga Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum karena diduga kuat sebagai pelaku tunggal atas pembunuhan bayinya sendiri.

"Tindak pidana tersebut terjadi pada tanggal 12 April 2024, silam," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Erick Budi Santoso, SH, SIK, MH saat konferensi pers di Aula Samgraha Marga Rupa Mapolres Banjarnegara, Jumat (5/7/2024).

Bukan Karena Keguguran tapi Dibunuh

Menurut Kapolres, tiga hari setelah kejadian yaitu tanggal 15 April 2024, ada laporan masyarakat ke Polsek Punggelan terkait bayi yang meninggalnya dianggap tidak wajar dan selama ini pula tidak diketahui bahwa ibu ternyata hamil.

Baca Juga: Wajib Tahu! Manfaat Olahraga 150 Menit dalam Seminggu

"Kemudian, kami memerintahkan Kasat Reskrim beserta Kapolsek untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan kemudian diperikasalah saksi-saksi dan kami putuskan bongkar kuburan dan dilanjutlan autopsi," katanya 

Setelah itu, lanjut dia, kemudian dilanjutkan dengan penyidikan dan bayi tersebut diautopsi.

Berdasarkan hasil autopsi bayi tersebut berjenis kelamin perempuan, berat 3 kg.

Bayi sudah berumur cukup bulan dan mampu hidup di luar kandungan, bayi masih hidup saat dilahirkan, ditemukan tanda pembekapan.

"Sehingga kami berkeyakinan bahwa bayi tersebut mati bukan karena keguguran tapi karena dibunuh," ucap dia.

Kronologi

Ia mengungkapkan, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.15 WIB tersangka bangun tidur dan merasa kontraksi.

Saat itu tersangka tetap melakukan aktivitas seperti biasa, yaitu mencuci dan tidak pergi ke fasilitas kesehatan.

"Hingga akhirnya sekitar pukul 07.00 WIB selesai mencuci, tersangka masuk kamar mandi hendak mandi. Akan tetapi perutnya semakin mules seperti mau melahirkan. Saat itu tersangka panik dan tidak keluar kamar mandi. Di situlah tersangka mengejan sambil berdiri dan melahirkan bayi seorang diri," ujarnya.

Baca Juga: Berenang di Kolam Renang Omah Sawah Kalisengge Gumelem Wetan Banjarnegara, Cocok Buat Momong Anak Saat Liburan

Setelah bayi lahir, sambung Kapolres, tersangka mengarahkan bayi masuk ke dalam ember berisi air.

Bayi tesebut dibiarkan 5 menit di dalam ember berisi air hingga mati, kemudian dibungkus dengan plastik kresek putih kemudian bayi diletakan di atas sarung.

"Lalu tersangka bersih-bersih dan keluar dengan menggendong bayi menuju kamar. Sesampainya di kamar, bayi dan sarung tersebut ditaruh ember warna hijau, setelah itu tersangka tiduran di atas kasur lantai," kata dia.

Selang tidak lama, suami tersangka masuk ke dalam kamar dan melihat tersangka berlumuran darah.

Sesudah itu, suami tersangka juga melihat ada darah yang keluar dari kemaluan tersangka dan bertanya apakah habis pendarahan.

Baca Juga: Gus Baha: Gantungkan Semua Permasalahan Kepada Allah

"Tersangka saat itu menjawab iya. Tapi bayinya sudah meninggal. Setelah itu suami tersangka membujuk tersangka agar pergi ke Puskesmas. Akan tetapi tersangka menolak dan setelah itu tersangka tidak sadarkan diri," ucapnya.

"Setelah kejadian tersebut, lalu pada hari itu juga bayi dikuburkan," ungkapnya.

Selepas itu, kata Kapolres, pada tanggal 16 April 2024 tersangka ditangkap di rumahnya kemudian dibawa ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah diperiksa dan cukup bukti kemudian dilakukan penahanan terhadap tersangka.

"Berdasarkan pemeriksaan, bahwa tersangka tega membunuh bayi yang baru dilahirkan karena bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap dengan pria idaman lain (PIL) yang merupakan tetangga tersangka sendiri. Mereka melakukan hubungan gelap di rumah tersangka," sambung Kapolres.

Baca Juga: Tak Ada Korban Jiwa, Truk Rem Blong, Kecelakaan di Exit Tol Bawen Semarang

Ia menjelaskan, bahwa tersangka ini sudah punya suami dan 3 anak, akan tetapi suami tersangka sering merantau ke Jakarta.

"Tersangka melakukan tindak pidana tersebut karena merasa takut dan khawatir jika ada yang tahu kalau dia sedang hamil," tutur dia.

Modus operandinya, tersangka menyembunyikan kehamilan hingga melahirkan seorang diri tanpa bantuan medis kemudian korban dibunuh.

"Adapun barang bukti yang diamankan yakni, satu potong daster warna coklat, satu potong sarung warna coklat, satu buah ember warna hijau, satu lembar kartu keluarga, satu lembar surat keterangan kematian jenazah bayi dan satu buah buku nikah," bebernya.

Baca Juga: Implementasi Program VVIP Jamkestama Asuransi Kesehatan PT Jasindo di RSI SA Semarang Ditinjau BURT DPR RI

Berdasarkan pemeriksaan para saksi dan barang bukti yang disita, tersangka dijerat Pasal 80 Ayat (3) dan atau ayat (4) Jo Pasal 76C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Ancaman hukumannya 10 tahun penjara. Oleh karena pembunuhan bayi iutu dilakukan oleh ibunya sendiri, maka ancaman ditambah 1/3 dari ancaman hukuman. Sehingga tersangka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun," tandasnya.***

Editor: Ali A

Sumber: Konferensi Pers Polres Banjarnegara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub