Makna dari Bubur Suro Tidak Sekedar Sajian, Ternyata Ini!

- 9 Juli 2024, 06:00 WIB
Makna dari Bubur Suro Tidak Sekedar Sajian, Ternyata Ini!
Makna dari Bubur Suro Tidak Sekedar Sajian, Ternyata Ini! /tangkapan layar YouTube/ Domo Bramantyo/

BANJARNEGARAKU.COM – Sekarang kita telah memasuki bulan Muharram. Masyarakat di daerah Jawa memiliki tradisi yang unik untuk menyambut dan merayakan bulan Muharram. Salah satunya yaitu menghidangkan bubur Suro.

Bulan Muharram dalam kalender Hijriah atau dalam di Jawa sering disebut sebagai bulan Suro. Di bulan Suro masyarakat Jawa masih identik dengan tradisi untuk menyambutnya.

Selain tradisi, di bulan Suro juga terdapat sajian yang bisa dikatakan wajib ada. Sajian itu adalah bubur Suro, bubur ini tidak sekedar bubur namun memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jawa.

Baca Juga: Siap-siap 6 Weton ini Bakal Terima Pusaka Gaib Sakti Di Bulan Suro, Salah Satunya Weton Kamu?

Bubur Suro ini juga bisa dikatakan pula sajian untuk menyambut bulan Muharram yakni bubur Suro. Mengapa demikian?

Bubur Suro sendiri sudah menjadi suatu tradisi yang berbentuk makanan yang telah ada turun-temurun nenek moyang masyarakat Jawa. Memasak dan menyantap bubur Suro masih dilestarikan di beberapa daerah terutama daerah Jawa.

Bubur Suro ini dalam bahasa Jawa berfungsi sebagai ubarampe atau dalam bahasa Indonesia berarti alat. Namun bukan merupakan sesajen yang bersifat animistik.

Baca Juga: Bubur Suro, Hidangan Istimewa Sambut Tahun Baru 1446 H

Adapun anumustik atau animisme dikutip dari dari buku Sosiologi Pedesaan oleh Sriyana adalah kepercayaan primitif masyarakat prasejarah yang mempercayai setiap kawasan tertentu seperti, gua, pohon, laut, dsb. yang dipercayai memiliki jiwa yang harus dihormati agar ruh tersebut tidak mengganggu manusia.

Halaman:

Editor: Ali A

Sumber: buku Sosiologi Pedesaan oleh Sriyana


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub