Sebanyak 5729 Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Banjarnegara, Pemkab: Mayuh Sekolah Maning

- 10 Juli 2024, 19:30 WIB
5 ribu lebih anak di Banjarnegara putus sekolah. Foto ilustrasi
5 ribu lebih anak di Banjarnegara putus sekolah. Foto ilustrasi /pandapotans / medan satu/pixabay / planet_fox

BANJARNEGARAKU.COM - Sebanyak 5729 anak tersebar di 20 kecamatan di Banjarnegara tidak lagi bersekolah. Mereka putus Sekolah karena berbagai sebab. 

Pemerintah kabupaten Banjarnegara melalui tim pendamping mengajak orang tua dan anak untuk kembali melanjutkan Sekolah melalui gerakan ‘Mayuh Sekolah Maning’ (Ayo Bersekolah Kembali). 

Tim pendamping yang terdiri dari sejumlah OPD Kabupaten Banjarnegara. 

  • Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) 
  • Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) 
  • Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) 
  • Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) 

Baca Juga: Mengapa Saya Selalu Mengantuk? Kenali 3 Penyebab Utamanya

Tim pendamping melakukan pendampingan b terhadap anak tidak sekolah (ATS). Ada 2 desa menjadi percontohan yaitu desa Bandingan kecamatan Rakit dan desa Mertasari kecamatan Purwanegara. 

Pada Rabu 10 Juli 2024 Tim Pendamping mengundang 17 pasang orang tua dan anak tidak Sekolah untuk hadir di balai desa Mertasari. Ada 9 orang tua dan anak yang hadir. 

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Drs Sila Satria M.Si, mengingatkan kepada para orang tua, untuk menyekolahkan putra-putrinya minimal sampai lulus SMA sederajat.

Baca Juga: 12 Wilayah di Jateng Jadi Tempat KKN Mahasiswa Tim II UNDIP

"Pendidikan merupakan kunci utama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jadi jangan sampai anak-anak di desa ini tidak sekolah," kata Sila.

Menurut Sila, Pemerintah Kabupaten serius dalam mendorong semua anak di Banjarnegara untuk bersekolah. Hal itu supaya anak-anak dapat melanjutkan pendidikan agar masa depannya lebih baik.

"Bila tidak sekolah akan sangat sulit bersaing di dunia global. Pendidikan tak harus di sekolah formal. Ada kejar paket atau penyetaraan, ada PKBM, ada SMP atau SMA terbuka. Tinggal kemauan untuk belajar," imbuh Sila.

Baca Juga: Lengkap 30 Contoh Soal IPAS Bab 2 Kelas 6 Siap SAS, Sumatif 2024 Kurikulum Merdeka

Pemkab  Banjarnegara ajak ATS kembali bersekolah

Sementara itu Kabid Pemerintahan dan Kesra Baperlitbang Banjarnegara, Fajar Anggun Sawitri, S.STP, M.Si, menambahkan, program pendampingan anak sekolah tersebut merupakan upaya bersama untuk mengurangi jumlah ATS di Banjarnegara.

“Kami akan terus melakukan pendataan,  pemantauan, pendampingan dan intervensi untuk meminimalisir angka anak tidak sekolah. Sementara kita melakukan sampling di dua desa yaitu Bandingan Kecamatan Rakit dan Desa Mertasari Kecamatan Purwanegara. Selanjutnya akan dilakukan  di desa-desa lainnya.

Menurut Anggun, orang tua dan anak yang hari ini datang di Desa Mertasari telah dilakukan edukasi, pembinaan serta pendampingan, agar si anak mau bersekolah kembali. Sementara yang tidak hadir, dilakukan kunjungan oleh tim ke rumahnya didampingi Camat Purwanegara Waris Puji Rahayu, S. Sos, dan perangkat Desa Mertasari.

Baca Juga: Operasi Plastik Sudah Bisa Dilakukan di Indonesia, Berikut 5 Rumah Sakit yang Bisa Dikunjungi

Berbagai alasan anak putus Sekolah

“Dari komunikasi dan kunjungan itu kami menemukan berbagai permasalahan. Kepada orang tua dan si anak kami berikan edukasi bahwa pendidikan itu penting jadi anak usia sekolah harus sekolah. Jika ada masalah bisa dicarikan solusi bersama,” ungkap Anggun.

Anggun berkomitmen bahwa timnya akan terus berkoordinasi dengan pihak desa, kecamatan, sekolah dan lembaga Pendidikan untuk menampung anak tidak sekolah, sehingga program kembali ke sekolah ini akan berhasil mengembalikan anak usia sekolah untuk kembali belajar.

Sementara itu Heru, warga Desa Mertasari, menyambut baik pendampingan dari Pemkab Banjarnegara. Lulusan SLTP itu kini bekerja sebagai penjual martabak di Kota Banjarnegara karena alasan ekonomi. 

Baca Juga: Cara Mudah Mengajukan Pengembalian Dana untuk Produk Tidak Ori di Shopee

Ia ingin melanjutkan sekolah melalui jalur penyetaraan yaitu kejar Paket C, agar usahanya tetap berjalan.

Alasan mereka beragam antara lain 

  • faktor ekonomi (terkendala biaya)
  • si anak yang lebih suka mondok
  • ada yang telah bekerja hingga enggan kembali ke bangku sekolah
  • keluarganya broken home
  • sudah tunangan

Ajakan pemkab Banjarnegara ‘Mayuh Sekolah Maning’ perlu disambut baik oleh anak putus sekolah. Pendidikan masih menjadi kunci memperbesar kesuksesan pribadi si anak.***

Editor: Aris BRAVE

Sumber: Kominfo Banjarnegara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah