Bupati Tiwi Programkan Bantuan Pompa Air Pertanian Tenaga Surya di Tahun 2025

- 6 Juli 2024, 11:30 WIB
Bupati Tiwi Programkan Bantuan Pompa Air Pertanian Tenaga Surya di Tahun 2025./Prokopim Purbalingga
Bupati Tiwi Programkan Bantuan Pompa Air Pertanian Tenaga Surya di Tahun 2025./Prokopim Purbalingga /Dian Sulistiono/

BANJARNEGARAKU.COM - Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) meresmikan pemanfaatan irigasi air tanah dangkal yang ada di Area Pertanian Terintegrasi (Artansi) Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kamis 4 Juli 2024. Peresmian ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan “Bupati Sambang Tani”.

Bupati Tiwi menyebut, sistem irigasi air tanah dangkal menjadi salah satu solusi lokal untuk daerah yang mengalami kesulitan air irigasi.

Baca Juga: PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ramaikan GIIAS 2024, Kenalkan 7 Kendaraan Komersial dan Truk Listrik

“Semoga dengan adanya irigasi air tanah dangkal bisa memberikan manfaat, bisa meningkatkan produktivitas pertanian yang ada di Desa Karangpucung,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) meresmikan pemanfaatan irigasi air tanah dangkal yang ada di Area Pertanian Terintegrasi (Artansi) Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara./Prokopim Purbalingga
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) meresmikan pemanfaatan irigasi air tanah dangkal yang ada di Area Pertanian Terintegrasi (Artansi) Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara./Prokopim Purbalingga

Sebelumnya, pemanfaatan pompa air tenaga surya juga telah dilakukan oleh kelompok tani di Desa Senon. Bupati Tiwi yang berkesempatan melihat secara langsung, tertarik untuk mengembangkan teknologi tersebut ke areal lahan pertanian yang mengalami kesulitan air atau pengairan.

“Ke depan, tahun 2025 pemerintah akan membuat program bantuan pompa air tenaga surya yang dibagikan kepada kelompok tani guna mengatasi persoalan pengairan,” kata dia.

Baca Juga: Jangan Langsung di Gas! Ini Cara Mengatur Waktu Olahraga bagi Pemula

Tri Bowo Pangestika Pengelola Artansi “Chandra Kahuripan” mengungkapkan, pembangunan irigasi air tanah dangkal yang diresmikan Bupati kali ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 150 juta untuk dua titik.

Teknologi sistem irigasi air tanah dangkal ini memanfaatkan tenaga surya (panel surya) yang ternyata masih bisa bekerja dengan maksimal pada saat cuaca mendung ataupun hujan.

“Dengan luas area lahan pertanian sebesar 3 hektare kebutuhan air kami mencapai 6-7 ribu liter. Dengan menggunakan irigasi air dangkal dengan sumur bor ini, dalam satu jam bisa memproduksi air sebanyak 14 ribu liter. Ini sudah lebih dari cukup dan nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan air di lahan yang lebih luas,” ujar dia.

Baca Juga: Gantung Sepatu! Toni Kroos Pensiun dengan Pahit, Usai Jerman Dikalahkan Spanyol

Untuk diketahui, irigasi air tanah dangkal bisa menjadi solusi lokal untuk daerah yang tidak tercakup dalam sistem irigasi permukaan atau daerah pertanian lahan kering yang hanya bisa melakukan penanaman padi satu kali dalam setahun.

Rangkaian kegiatan “Bupati Sambang Tani” di Desa Karangpucung dibuka dengan kegiatan jalan sehat bersama kadang tani se Kecamatan Kertanegara dan dilanjutkan dengan penyerahan satu unit ambulans Siaga kepada Pemdes Karangpucung atas capaiannya di bidang kesehatan.***

Editor: Dian Sulistiono

Sumber: Prokopim Purbalingga


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub