Malam 1 Suro Komunitas Asapon Berbeda dengan Aboge, Kapan itu?

- 7 Juli 2024, 06:30 WIB
Ilustrasi kalender Kapan Malam 1 Suro 2024? Ini beda jadwal komunitas Asapon dan Aboge
Ilustrasi kalender Kapan Malam 1 Suro 2024? Ini beda jadwal komunitas Asapon dan Aboge /Pexels

BANJARNEGARAKU.COM - Malam 1 Suro dirayakan pada waktu yang berbeda berbeda antara komunitas kejawen Alif Selasa Pon (Asapon) dan komunitas kejawen Alif Rebo Wage (Aboge). 

Kalender Jawa berusaha menggabungkan periode peredaran bulan, periode saptawara (mingguan) dan pancawara (pasaran) dan membuat rumusan agar penanggalan mudah dipahami oleh masyarakat luas dengan cara sederhana.

Hendro Setyanto, seorang asisten di Observatorium Bosscha, Departemen Astronomi-ITB Lembang, dari Forum Kajian Ilmu Falak "ZENITH” menyebutkan bahwa sistem penanggalan Jawa merupakan salah satu produk budaya asli bangsa Indonesia (babadbali.com). 

Baca Juga: Meriah! Forda Kormi Kembali Gelar Lomba Langkah Dansa, Di Ikuti 254 Pegiat Se-Jateng

Kalender Jawa dimulai pada tahun 1555 Jawa Islam. Tanggal 1 Sura pada tahun Alip selalu jatuh pada hari Jumat Legi. 

Namun untuk penyesuaian siklus bulan yang sesungguhnya maka setiap kurup (periode 120 tahun/15 windu) ada 1 hari yang dihilangkan. 

Pada saat ini, tanggal 1 Sura tahun Alip jatuh pada hari Selasa Pon, karenanya periode ini disebut dengan siklus kurup Alip Selasa Pon atau kurup Asapon.

Baca Juga: Pemkab Sampaikan KUA dan PPAS Tahun 2025 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga

Perbedaan Sura Asapon dan Aboge

Dilansir dari artikel di Serayu News tahun 2021, sampai saat ini nama masa tahun Jawa ada empat.

  1. Masa Ajumanis (Alip Jumat Manis) terjadi pada 11 Juli 1633 – 22 Juni 1703 tahun Masehi
  2. Masa Amiswon (Alip Kemis Kliwon) terjadi pada 23 Juni 1703– 11 Agus 1819 tahun Masehi
  3. Masa Aboge (Alip Rebo Wage) terjadi pada 12 Agustus 1819- 17 Februari 1936 tahun Masehi
  4. Masa Asapon (Alip Selasa Pon) terjadi pada 17 Februari 1936–26 Agustus 2052 tahun Masehi

Jika melihat pembagian kurup di atas, maka saat ini masuk masa Asapon. Hanya saja, sebagian komunitas tidak menerima Asapon, tapi tetap menganggap saat ini adalah masa Aboge. 

Komunitas ini berpandangan bahwa penghitungan Aboge sesuai dengan sesepuh mereka. Komunitas Aboge berpendapat bahwa masa sekarang adalah masa Aboge. Komunitas Aboge ada yang dikenal dengan sebutan Islam Aboge.

Baca Juga: Amalkan! Keutamaan Doa Tolak Bala di Malam Satu Suro atau Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

Meskipun mengikuti kalender yang bersifat siklus kurup, Aboge menjadi istimewa karena Aboge dipandang sebagai aliran keagamaan. 

Agung Prabowo, Diah Paramita Amitarwati, dan Sukono Sukono, pada karya ilmiah berjudul “Awal Mula Puasa Berdasarkan Kalender Aboge dan Asapon Jawa” Menyebut alasan munculnya perbedaan itu. 

Terkait penentuan awal puasa dan hari besar keagamaan lainnya, Aboge memiliki metode tersendiri yang berlandaskan pada Kalender Jawa-Aboge atau yang lebih dikenal dengan Kalender Aboge. 

Baca Juga: Cara Membuat Rawon Ayam yang Gurih dan Nikmat

Kapan satu sura komunitas Asapon dan Aboge? 

Perbedaan penentuan satu sura masih berlangsung pada tahun 2024 ini. Sagiyo salah seorang budayawan dari Banjarnegara menjelaskan perbedaan waktu satu sura kedua komunitas ini. 

“Bagi komunitas Asapon (satu sura jatuh pada) malam Senin Manis (7 Juli 2024) atau besok malam. Sementara bagi Aboge (satu sura jatuh pada) malam Selasa Pahing (8 Juli 2024) atau lusa malam,” kata Sagiyo yang juga seorang dalang. 

Nama-nama tahun dalam kalender Jawa mempunyai urutan tahun dengan siklus delapan tahunan. Berikut in nama tahunnya:

  1. Alip
  2. Ehe
  3. Jimawal
  4. Je
  5. Dal
  6. Be
  7. Wawu
  8. Jimakir.

Tahun 2024 Masehi ini disebut tahun Je.

Baca Juga: Cara Alami Mengatasi Rambut Rontok dengan Mudah di Rumah

Menurut Sagiyo seperti dituturkan saat dihubungi Banjarnegaraku pada Sabtu 6 Juni 2024, di sekitar Banjarnegara lebih banyak penganut Aboge. 

“... karena kebanyakan penganut Aboge, jadi di tahun Je 1 suro mungkin akan banyak di sambut pada Malam Selasa Pahing,” ujarnya. 

Meskipun dirayakan dengan waktu berbeda, kedua komunitas sama sama menyambut waktu sura. Rahayu. ***





Editor: Aris BRAVE

Sumber: Wawancara Babad Bali Kalender Jawa


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub