Halal Bihalal Menurut Bahasa dan Esensi Peran Sosial Keagamaannya, Begini Penjelasan MUI

- 13 Mei 2022, 22:54 WIB
Ilustrasi - Halal Bihalal Menurut Bahasa dan Esensi Peran Sosial Keagamaannya, Begini Penjelasan MUI
Ilustrasi - Halal Bihalal Menurut Bahasa dan Esensi Peran Sosial Keagamaannya, Begini Penjelasan MUI /Pixabay / PInteraStudio.

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.” (QS Al A’raf ayat 199)

Baca Juga: Seberapa Jawa Kamu! Berikut Arti Angob dan Antob, Disertai Contoh Kalimatnya

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

“Barangsiapa memiliki kesalahan terhadap saudaranya, baik moril maupun materil, segeralah meminta kehalalannya hari itu juga, sebelum sampai pada hari tiada dinar dan dirham. Jika hal tersebut terjadi, bila dia memiliki amal baik, amal tersebut akan diambil sesuai kadar kesalahannya.

Namun, bila dia sudah tidak memiliki kebaikan, maka ia akan ditimpakan kesalahan dari saudara yang dia salahi.” (HR Bukhari)

Baca Juga: Seberapa Jawa Kamu! Andha dan Andhar, Inilah Arti dan Contoh Kalimatnya

Momentum halal bihalal dapat diartikan sebagai penyelesaian masalah, meluruskan benang kusut, mencairkan yang beku dan mengurai ikatan yang membelenggu.

Halal bihalal, sebagaimana diartikan Prof Quraish Shihab dalam karyanya Membumikan Al-Qur’an (1999) bisa bermakna menyambung sesuatu yang tadinya putus menjadi terikat kembali (silaturahim).

Baca Juga: Seberapa Jawa Kamu! Ambyur, Berikut Arti dan Kalimat Berbahasa Jawa

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Halaman:

Editor: Dimas D. Pradikta

Sumber: mui.or.id


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x