Antara Cinta dan Luka, Gus Baha: Menjadi Orang Baik Itu Banyak yang Menyakiti

- 4 Juli 2024, 21:00 WIB
Lontarkan Pertanyaan tentang Mengejar Matahari saat Puasa, Gus Baha: Masih Menjadi Pertanyaan Besar
Lontarkan Pertanyaan tentang Mengejar Matahari saat Puasa, Gus Baha: Masih Menjadi Pertanyaan Besar /Berita Bantul/

BANJARNEGARAKU.COM - Orang baik selalu menjadi magnet bagi cinta dan perhatian. Dalam hidup, kebaikan sering kali menjadi batu loncatan untuk meraih simpati, cinta, dan penghargaan dari orang lain.

Namun, seperti yang diungkapkan oleh KH. A. Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, menjadi orang baik bukan hanya tentang menerima cinta, tetapi juga tentang kesiapan untuk terluka.

Para nabi, wali, dan sholihin adalah contoh nyata dari mereka yang tetap teguh dalam kebaikan meskipun harus melewati berbagai cobaan dan rasa sakit.

Baca Juga: Gak Punya Uang, Pinjam Saja di Aplikasi DANA, Ini Syaratnya

Gus Baha mengajarkan bahwa kebaikan sejati membutuhkan pengorbanan, kesabaran, dan keteguhan hati.

Seiring berjalannya waktu, orang baik harus siap menghadapi berbagai ujian, termasuk rasa sakit yang mungkin ditimbulkan oleh orang-orang di sekitarnya.

Hal ini karena, seringkali, niat baik dan tindakan mulia tidak selalu dipahami atau diterima dengan baik oleh semua orang.

Baca Juga: Bermalam di Camping Ground Menganti Kebumen, Cara Unik Menikmati Pantai

“Orang baik itu selain banyak yang mencintai, juga berpotensi banyak yang menyakiti. Karena syarat menjadi orang baik itu harus siap tersakiti, karena para nabi, wali, dan sholihin pun begitu,” kata Gus Baha.

Ucapan ini menggambarkan kenyataan bahwa menjadi baik bukan berarti bebas dari penderitaan. Sebaliknya, itu adalah tanda bahwa kita berada di jalan yang benar, meskipun penuh dengan tantangan.

Menghadapi rasa sakit ini, orang baik harus tetap berpegang pada prinsip kebaikan dan tidak membiarkan luka mengubah hati mereka menjadi keras.

Baca Juga: Pj Bupati Banjarnegara Apresiasi Prestasi Tim Bola Voli Putra Baruna, Terus Semangat!

Mereka harus terus melangkah dengan niat yang tulus dan keyakinan bahwa setiap kebaikan, sekecil apapun, memiliki dampak positif dalam jangka panjang.

Gus Baha mengingatkan kita bahwa dalam proses ini, kekuatan dan keteguhan hati adalah kunci untuk tetap menjadi orang baik meskipun sering disakiti.***

Editor: Taufik Hidayat PP


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah