Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi, Benarkah Selisih 11 Hari?

- 6 Juli 2024, 15:00 WIB
Ilustrasi kalender
Ilustrasi kalender / jateng.akurat.co/

BANJARNEGARAKU.COM - Mengapa tahun baru Islam jatuh pada tanggal yang berbeda pada kalender Masehi? Ternyata ada perbedaan antara kalender tahun Hijriah dan Masehi.

Kalender Hijriah dan Masehi merupakan dua sistem penanggalan yang umum digunakan di Indonesia. 

Masing-masing memiliki dasar perhitungan dan sejarah yang berbeda, sehingga menghasilkan penanggalan yang berbeda pula.

Tahun ini, berdasarkan kalender yang dirilis aceh.kemenag.go.id bahwa tahun baru Hijriah 1446 H jatuh pada tanggal 7 Juli 2024.

Memahami perbedaan dan dasar perhitungannya membantu kita dalam menjalankan ibadah, tradisi, dan aktivitas sehari-hari yang berkaitan dengan penanggalan. Berikut perbedaannya.

Baca Juga: Bukan Bulan Pembawa Sial, Inilah 15 Peristiwa Besar yang Terjadi di Tanggal 10 Muharram

Kalender Hijriah:

  • Berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi, dengan siklus 29-30 hari per bulan.
  • Awal bulan ditentukan berdasarkan hilal (bulan sabit muda) yang terlihat setelah matahari terbenam.
  • Memiliki 12 bulan dalam satu tahun, dengan total 354-355 hari.
  • Tahun Baru Hijriah menandai peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Baca Juga: Mitos Nikah di Bulan Suro, Memangnya Membawa Malapetaka?

Kalender Bulan:

  • Berdasarkan perputaran bumi mengelilingi matahari, dengan siklus 365-366 hari per tahun.
  • Menggunakan sistem penanggalan matahari, dengan pembagian bulan berdasarkan panjang hari.
  • Memiliki 12 bulan dalam satu tahun.
  • Tahun Baru Masehi ditetapkan berdasarkan tanggal 1 Januari, yang merupakan hari pertama dalam siklus bumi mengelilingi matahari.

Berdasarkan perbedaan durasinya, satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan satu tahun Masehi.

Itulah perbedaan kalender Hijriah dan Masehi. Semoga bermanfaat.***

Editor: Afif Fatkhurahman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah