Protes! RUU Penyiaran Diduga Jadi Upaya Menggembosi Kebebasan Pers

- 15 Mei 2024, 20:30 WIB
Dewan Pers dan komunitas pers menolak RUU Penyiaran
Dewan Pers dan komunitas pers menolak RUU Penyiaran /Brave/Dewan Pers

BANJARNEGARAKU.COM - Komunitas Pers menolak RUU Penyiaran yang diduga akan membatasi kebebasan pers di Indonesia. 

Pada jumpa pers di Kantor Dewan Pers di Jakarta pada Selasa 14 Mei 2024, protes disuarakan salah satunya oleh ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu. Menurutnya, Dewan Pers dan seluruh komunitas pers dengan tegas menolak rancangan Rancangan Undang-Undang Penyiaran

RUU ini merupakan inisiatif DPR yang direncanakan untuk menggantikan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyusunan.

 Baca Juga: Kloter 13, 14 dan 15 Banjarnegara Sudah Diterbangkan ke Tanah Suci

“Kami menolak RUU Penyiaran. Kami memperhatikan rencana revisi UU Penyiaran tetapi memasukkan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 justru tidak dimasukkan dalam mempertimbangkan RUU Penyiaran,” kata Ninik. 

Suara senada dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dyatmika. Ia menegaskan, jika DPR atau pemerintah tetap berotot untuk memberlakukan RUU itu, maka akan berhadapan dengan masyarakat pers. 

“Kalau DPR tidak mengindahkan aspirasi ini, maka Senayan akan berhadapan dengan komunitas pers,” kata Wahyu, biasa disapa Komang.

 Baca Juga: Resep Kampungan: Pepes Ikan Daun Kemangi

Menurut Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu apabila RUU itu nanti diberlakukan, maka tidak akan ada independensi pers. Pers pun menjadi tidak profesional. 

Halaman:

Editor: Aris BRAVE

Sumber: Dewan Pers


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah