Djoko Setijowarno: Untuk Mewujudkan Angkutan Umum yang Humanis, Masalah Sosial Lebih Mengemuka

- 9 Juli 2024, 07:00 WIB
Membenahi angkutan umum seharusnya tidak hanya berhenti di Kementerian Perhubungan. Hal itu ditegaskan oleh Pakar transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno.
Membenahi angkutan umum seharusnya tidak hanya berhenti di Kementerian Perhubungan. Hal itu ditegaskan oleh Pakar transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno. /Ali A/

BANJARNEGARAKU.COM - JAKARTA - Untuk mewujudkan angkutan umum yang humanis, masalah sosial lebih mengemuka ketimbang persoalan teknis. Hal itu ditegaskan Pakar Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno.

"Untuk mewujudkan angkutan umum yang humanis, masalah sosial lebih mengemuka ketimbang persoalan teknis. Melibatkan operator eksisiting lebih tepat kendati memerlukan waktu untuk meyakinkan. Selain ketersediaan anggaran juga tidak kalah pentingnya ada kemauan politik (political will) kepala daerah," katanya.

Menurut Djoko Setijowarno yang juga Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat ini, proses menggeser lebih tepat ketimbang menggusur operator yang ada.

Menggeser praktik pengemudi dari setoran menjadi mendapat gaji bulanan.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Uno Dijadwalkan Kunjungi Purbalingga, Hadiri Festival Gunung Slamet

Dari manajemen perorangan menjadi angkutan umum berbadan hukum sesuai Amanah pasal 139 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyebutkan penyediaan jasa angkutan umum dilaksanakan oleh badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan/atau badan hukum lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Memilih bentuk koperasi dianggap lebih tepat, sehingga sekumpulan kendaraan milik pribadi dapat diakomodasi.

"Membenahi angkutan umum jangan berhenti hanya di Kementerian Perhubungan. Keikusertaan Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri juga diperlukan. Dan tidak kalah pentingnya alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan untuk keberlangsungannya dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK)."

Baca Juga: Manfaatkan Waktu Luang dengan Zumba, Berikut ini 7 Manfaat Latihan Zumba, yang Bisa Bikin Bahagia!

Halaman:

Editor: Ali A

Sumber: Djoko Setijowarno


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub