Imbas dari Kecelakaan Siswa, Disdikbud Jateng dan Jakarta Larang Sekolah Gelar Study Tour, Ini Penjelasannya..

- 16 Mei 2024, 16:15 WIB
Ilustrasi siswa sekolah. Imbas dari Kecelakaan Siswa, Disdikbud Jateng dan Jakarta Larang Sekolah Gelar Study Tour, Ini Penjelasannya...
Ilustrasi siswa sekolah. Imbas dari Kecelakaan Siswa, Disdikbud Jateng dan Jakarta Larang Sekolah Gelar Study Tour, Ini Penjelasannya... /Toshiyuki Aizawa/Reuters

BANJARNEGARAKU.COM - Dunia pendidikan berduka, hal imbas dari kecelakaan maut yang menimpa rombongan pelajar asal Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) Lingga Kencana Depok di Subang, Jawa Barat, pada Sabtu 11 Mei 2024. Dalam insiden tersebut mengakibatkan beberapa siswa meninggal dunia.

Atas peristiwa itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah dan Jakarta mengeluarkan larangan keras untuk beberapa sekolah negeri baik SMA/MK di daerah itu untuk tidak melakukan kegiatan study tour.

Baca Juga: Lengkap & Terbaru! 15 Contoh Soal Pancasila PPKN Kelas 2 SD MI Persiapan PAT Sumatif 2024 Kurikulum Merdeka

"Kami telah mengeluarkan nota dinas nomor 421.7/00371/SEK/III/2024 yang berisi larangan bagi sekolah negeri, baik SMA maupun SMK, untuk menyelenggarakan kegiatan study tour. Sekolah yang melanggar aturan tersebut akan dikenakan sanksi tegas," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, Kamis.

Ditambahkan Uswatun, pihaknya memberi penegasan tentang larangan kegiatan study tour ini, dilakukan lantaran tidak ada kurikulum yang mewajibkan sekolah untuk mengadakan piknik.

Ia menyampaikan, pelarangan study tour oleh sekolah, tidak hanya dapat menimbulkan bahaya seperti kecelakaan di perjalanan, akan tetapi berpotensi buruk terhadap penyimpangan anggaran yang mana mengarah pada keuntungan pribadi sekolah dan tanpa memberikan kontribusi untuk PAD.

Baca Juga: Ingin Dapat Cuan Tambahan! Ikuti Shopee Affiliate Penjual, Ini Cara Dapatkan Komisi hingga 10 Persen! Mau?

Pada kenyataannya untuk kegiatan study tour, sambungnya tidak memberikan dampak signifikan pada proses pembelajaran siswa, dan ketika terjadi musibah kecelakaan, sekolah akan kesulitan dalam bertanggung jawab.

"Kegiatan pembelajaran di luar sekolah tetap diperbolehkan, namun sekolah harus dapat mengelola anggaran dengan baik melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Biaya Operasional Pendidikan (BOP)," ucapnya.

Halaman:

Editor: Dian Sulistiono

Sumber: manggarai.pikiranrakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah