Upaya Hapus '3 Dosa Besar' Kemendikbudristek, BBPMP Jateng Gelar Bintek Pencegahan dan Penanganan Kekerasan

- 3 Juli 2024, 21:00 WIB
Peserta pelatihan antusias mengikuti materi Bintek
Peserta pelatihan antusias mengikuti materi Bintek /Dwi Widiyastuti/

BANJARNEGARAKU.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudtristek) berkomitmen penuh untuk menghapus "3 dosa besar" di dunia pendidikan yaitu intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

Salah satu upaya menghapus "3 dosa besar" tersebut maka, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, lembaga kepanjangan tangan Kemendikbudristek di tingkat provinsi, menggadakan kegiatan Bimbingan Teknis atau Bintek Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti SE MSi menyatakan bahwa Bintek Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan ini diadakan untuk memberikan informasi tentang Urgensi Permendikbud No.46 Tahun 2023 dan sebagai upaya mengadvokasi Tim Satgas Kab/Kota terkait pencegahan kekerasan di satuan pendidikan dan bagaimana alur penanganan kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan.

Baca Juga: Topik A: Sendi, Rangka, dan Otot Contoh Soal IPAS Kelas 6 SD MI Persiapan SAS, Sumatif 2024 Kurikulum Merdeka

"Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam 2 angkatan yaitu Angkatan I tanggal 25 - 27 Juni 2024 dan Angkatan II tanggal 2 - 4 Juli 2024," jelasnya.

Nugraheni Triastuti menegaskan bahwa penting sekali bagi warga sekolah untuk dapat mengetahui dan mengenali tanda-tanda kekerasan yang terjadi, melakukan mitigasi risiko kekerasan itu sendiri, dan berguna untuk melindungi dirinya sendiri manakala di sekitarnya terjadi kasus kekerasan.

Diterapkan kebijakan ini merupakan upaya pemerintah untuk menekan kasus kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan. Data yang diperoleh dari https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan per 1 Januari 2024 yaitu menurut jenis kelamin 80% korbannya adalah perempuan, dan 88.7% pelaku kekerasan adalah  laki-laki.

Selanjutnya data kasus kekerasan di Jawa Tengah yaitu jumlah kasus yang terjadi adalah 840 kasus,jumlah perempuan korban kekerasan adalah 530 kasus ,jumlah anak korban Kekerasan adalah 518 kasus.

"Data menunjukkan bahwa korban kekerasan baik itu laki-laki maupun perempuan banyak yang berasal dari pelajar, dan kasus-kasus kekerasan banyak yang tidak tertangani dengan tuntas karena berbagai alasan, seperti satuan pendidikan yang malu dengan adanya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, korban yang merasa malu jika kasus kekerasan yang terjadi akan menjadi perbincangan, korban kekerasan takut akan ancaman pelaku, dan berbagai alasan lain," jelasnya.

Halaman:

Editor: Dwi Widiyastuti

Sumber: Humas BBPMP


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah