Kemendikbudristek Beri Anugerah Belajar Merdeka kepada Pemerintah Daerah di Jateng

- 8 Juli 2024, 13:00 WIB
Kemendikbudristek) memberikan penghargaan kepada 6 pemerintah daerah di Jawa Tengah berupa Anugerah Merdeka Belajar.
Kemendikbudristek) memberikan penghargaan kepada 6 pemerintah daerah di Jawa Tengah berupa Anugerah Merdeka Belajar. /Dwi Widiyastuti/



BANJARNEGARAKU.COM - JAKARTA - Sebanyak 6 Pemerintah Daerah di Jawa Tengah mendapatkan penghargaan Anugerah Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung Gerakan Merdeka Belajar.

Enam penerima Anugerah Merdeka Belajar Pemerintah Daerah Transformatif tersebut yakni Provinsi Jawa Tengah, Kota Magelang, Kota Surakarta untuk kategori Transformasi Pengelolaan Pendidikan.

Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Sragen mendapatkan penghargaan Anugerah Merdeka Belajar Pemerintah Daerah Transformatif kategori Transformasi SDM Pendidikan. Serta Kabupaten Purbalingga Anugerah Merdeka Belajar Pemerintah Daerah Transformatif kategori Pengelolaan Program Indonesia Pintar (PIP).

Penganugerahan ini merupakan puncak perayaan atas partisipasi dan gotong royong semua pihak dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar. Gabungan dua kegiatan besar dan menjadi ruang inspirasi, ekspresi, dan edukasi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Pemberian penghargaan ini diselenggarakan pada Puncak Festival Kurikulum Merdeka dan Anugerah Merdeka Belajar yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (5/7).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim dalam sambutan pada malam anugerah menyampaikan, penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah yang mengupayakan perwujudan sekolah yang dicita-citakan melalui transformasi sistem pendidikan.

"Sekolah yang kita cita-citakan ini memiliki sejumlah karakteristik yang pembelajarannya berpusat kepada murid bukan berpusat kepada birokrasi atau administrasi. Sekolah dengan iklim yang inklusif yang aman dan merayakan kebinekaan semakin luas. Sekolah dimana guru-gurunya gemar belajar, bukan hanya muridnya yang gemar belajar," kata Nadiem.

Lebih lanjut dikatakan Nadiem, Kemendikbudristek memiliki cita-cita agar kepala sekolah di seluruh Indonesia mengedepankan perkembangan satuan pendidikan yang berkelanjutan. Semua karakteristik dari cita-cita Merdeka Belajar itu terdengar sangat ideal dan sulit untuk direalisasikan.

"Tapi pada kenyataannya sekarang ini kita sudah mulai melihat perwujudan sekolah yang kita cita-citakan di berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia," imbuh Nadiem.

Halaman:

Editor: Ali A

Sumber: BBPMP Jateng


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah