Longsor Pandanarum, PMI Banjarnegara Berikan Dukungan Psikologis Kepada Penyintas

20 Mei 2022, 16:41 WIB
Pengurus PMI Kabupaten Banjarnegara sekaligus Ketua Ikatan Psikologis Klinis Jawa Tengah Gones Saptowati melakukan intervensi kepada penyintas longsor desa Sinduaji, Kecamatan Pandanarum pada Jumat 20 Mei 2022 /doc. PMI Kabupaten Banjarnegara

BANJARNEGARAKU – Menindaklanjuti kejadian longsor yang terjadi pada Rabu 18 Mei 2022 yang terjadi di dusun Sidaurip RT 2 RW 1 desa Sinduaji Kecamatan Pandanarum, Palang Merah Indonesia melakukan beberapa upaya distribusi bantuan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian longsor tebing setinggi 7 meter dan lebar 4 meter pada Rabu kemarin menghantam rumah milik Riswanto (30 tahun) yang dihuni oleh satu keluarga.

Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana mengatakan, respon cepat bersama BPBD dan Dinas Sosial diberikan dengan mengirimkan bantuan logistik terpadu untuk korban terdampak.

Baca Juga: Konsistensi 18 Tahun Pengabdian, Mimpi Tompel Jadi ASN Terwujud

“Selain itu, kami juga menerjunkan tim psikososial, mengingat terdapat 3 korban yang mengalami luka dan dikhawatirkan mengalami gangguan psikologis,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam kejadian tersebut 3 korban mengalami luka ringan yakni Satini (27 tahun), Dodit Prasetya (8 tahun) dan Ahzan (1 tahun) ketiganya telah mendapatkan perawatan medis dari bidan desa.

Pengurus PMI Kabupaten Banjarnegara sekaligus Ketua Ikatan Psikologis Klinis Jawa Tengah Gones Saptowati mengatakan, pihaknya langsung terjun kelokasi melakukan intervensi dan memastikan kondisi penyintas kejadian tersebut.

Baca Juga: Longsor di Pandanarum Banjarnegara, 3 Korban Luka Ringan, Berikut Selengkapnya

“Penyintas saat ini masih dalam kondisi syok (Satini) serta mengalami susah tidur setelah kejadian yang menimpanya,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, tim akan melakukan evaluasi selama sebulan kedepan terkait kondisi penyintas yang dirasakan saat ini.

“Jika satu bulan kedepan masih muncul keluhan artinya penyintas membutuhkan pendampingan psikologis lebih lanjut,” terang Gones.

Baca Juga: 8 Gentong Tuak dan 4 Jerigen Bahan Baku, Diamankan Petugas saat Grebeg Rumah Produksi Tuak di Banjarnegara

Disinggung mengenai kondisi kedua penyintas lainnya yakni Dodit (8 tahun) dan Ahzan (1 tahun) secara umum kondisi psikologis dalam keadaan baik.

“Keduanya dapat berkomunikasi dengan baik, ceria dan riang tidak nampak adanya gangguan psikis,” lanjutnya.

Pihaknya berharap kondisi keduanya terus stabil dan dapat melupakan kejadian yang menimpanya seiring dengan dukungan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Konsistensi 18 Tahun Pengabdian, Mimpi Tompel Jadi ASN Terwujud

“Peran keluarga, masyarakat dan relawan sekitar diperlukan agar rasa riang gembira anak-anak selalu terpancar dengan berbagai kegiatan positif,” pungkasnya.***

Editor: Dimas D. Pradikta

Tags

Terkini

Terpopuler