Edisi Kartinian, Gereja di Banjarnegara Pakai Busana Tradisional Unik Saat Ibadah

- 21 April 2024, 22:15 WIB
Wanita Bethel Indonesia merayakan Hari Kartini
Wanita Bethel Indonesia merayakan Hari Kartini /Brave/Pdt. Sunar

BANJARNEGARAKU.COM - Gereja Betel Indonesia (GBI) Haleluya Banjarnegara merayakan Hari Kartini dengan berbusana (dress code) tradisional. Banyak jemaat wanita yang memakai busana kebaya modern. 

Pada Ibadah Raya Minggu sore 21 April 2024 itu dihadiri hampir 50 orang dewasa dan anak. Para Pemimpin Pujian dan Pemain Musik di dominasi wanita yang mengenakan pakaian kebaya warna-warni.  

Jemaat pria pun tidak mau kalah, kebanyakan mengenakan batik ada beberapa mengenakan blangkon. Salah satu penampilan yang menarik, Suyono (70 th) mengenakan sarung dan bercaping. 

Baca Juga: Nikmatnya Miso Sup Kepala Salmon ala Jepang: Resep Pedas dan Lezat

Menurut Gembala GBI Haleluya Banjarnegara, Pdt. Sunar Jonathan kegiatan edisi Kartinian ini selain memperingati Hari Kartini juga untuk melestarikan budaya daerah. 

“Kalau bukan kita yang melestarikan budaya dalam hal berpakaian tradisional, siapa lagi? Jangan sampai pakaian asing yang banyak dipakai dan pakaian warisan budaya leluhur malah tergusur,” ujar Pendeta yang mengenakan batik dan berpeci hitam. 

Ibadah diramaikan dengan paduan suara dari Wanita Bethel Indonesia (WBI). Penampilan lagu “Nggandul Gusti” yang berbahasa Jawa diiringi tarian oleh para remaja wanita. 

Baca Juga: Mengenang Penghargaan untuk R.A Kartini: Dari Kegelapan Menuju Cahaya

Sementara untuk khotbah minggu dibawakan oleh pendeta tamu dari GBI Banyumas. Pdt. Benni Budi Harsono kotbah mengemukakan bahwa jemaat harus berakar di dalam Kristus (Ngoyoda ana ing Panjenengane) yang diambil dari ayat di Kolose 2:7. 

Halaman:

Editor: Aris BRAVE

Sumber: Liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah