Rohingya Dulu Diterima di Aceh Sekarang Ditolak, Netizen Ingatkan Kasus Israel

18 November 2023, 10:58 WIB
Kapal Pengungsi Rohingya /Pikiran Aceh/DOKUMENTASI WARGA DESA MEUNASAH DUA PASI

BANJARNEGARAKU.COM - Gelombang pengungsi Rohingya kembali datang ke Aceh beberapa hari belakangan. Mereka berjumlah ratusan orang per kapalnya. Warga lokal Aceh menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Sesudah diberi bantuan sekadarnya, perahu mereka kembali dipersilahkan untuk berlayar lagi. 

Gelombang pertama pada Selasa 14 November 2023, menepi ke pesisir pantai Gampong Blang Raya Kecamatan Muara Tiga Kabupaten Pidie. Jumlahnya sekira 200 orang namun enam orang diantaranya melarikan diri.

Gelombang kedua pada Rabu 15 November 2023 sebanyak 147 orang. Pengungsi Rohingya kembali mendarat di kawasan pantai Beurandeh Kecamatan Batee Kabupaten Pidie.

Baca Juga: KKN Mahasiswa STIT Tunas Bangsa Banjarnegara Diterjunkan di Desa Depok, Kepala Desa Berikan Sambutan Hangat

Sedangkan gelombang ketiga pada Kamis 16 November 2023 menepi di kawasan pesisir Jangka Kabupaten Bireuen. Pada gelombang ini pengungsi tidak dibiarkan turun. Jumlahnya 249 orang akhirnya mendarat di Aceh Utara. Setelah diberikan makanan, kapal mereka kembali didorong ke lautan. 

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh bersuara mengenai penolakan warga lokal ini. Dilansir dari Antara, KontraS Aceh mengingatkan Perpres 125/2016 pasal 17 dan 18. Jika ada pengungsi telah mendarat, maka Basarnas harus mengerahkan pertolongan, dan instansi pemerintah serta masyarakat harus saling berkoordinasi.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna di Banda Aceh meminta pemerintah memberi perhatian pada Pengungsi Rohingya. 

Baca Juga: Krisis Bahan Bakar Mempercepat Kematian Warga Gaza di Tengah Pemutusan Layanan Komunikasi

"Kami minta pemerintah untuk menolong para pengungsi. Negara juga diminta segera meratifikasi Konvensi 51 tentang Pengungsi," demikian Husna.

Warga lokal Aceh menolak pengungsi Rohingya

BBC Indonesia mencatat ada 814 orang sudah mendarat dan ditampung di Aceh sejak 24 Juni 2020. Perilaku para pengungsi ini menjadi perhatian bagi warga lokal. Ada puluhan orang dari mereka sering kabur dari penampungan. Cara hidup mereka juga disebut tidak bersih (jorok). 

Kepala Desa Pulo Pineung, Mukhtaruddin kepada wartawan menyatakan pengungsi Rohingya merepotkan saat ditampung. Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto juga mengungkapkan hal senada, selain tidak ada tempat penampungan juga ada kesan buruk kepada pengungsi Rohingya. 

Baca Juga: Indra Hari Purnama Bagikan Cara Tingkat Literasi Banjarnegara, Gimana Tuh?

"Para pengungsi yang melarikan diri, tidak menjaga kebersihan dan tidak mengindahkan syariat Islam dan adat di kalangan masyarakat," jelas Henki.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto membenarkan ada peristiwa penolakan pengungsi Rohingya oleh warga lokal. Bahkan kepolisian mengimbau agar warga setempat tidak bertindak anarkis dan tetap memperlakukan mereka dengan baik.

Penolakan terhadap pengungsi Rohingya tidak hanya terjadi di Aceh. Malaysia juga tidak mau menerima pengungsi Rohingya ini. Keengganan Malaysia dicatat TheConversation pada 2020. Para pengungsi menjadikan Aceh sebagai tujuan baru. Yang awalnya baik, lama kelamaan ketahuan perilaku aslinya yang tidak bisa diterima warga lokal. 

Netizen mengingatkan supaya Kasus Israel terhadap Palestina 

Kegeraman penduduk lokal Aceh banyak yang tidak terungkap di media secara terang benderang. Netizen terkadang bersuara lebih lantang meskipun kebenarannya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. 

Komentar-komentar netizen di postingan tentang Rohingya terkadang bisa memberi gambaran lebih jelas tindak-tanduk para pengungsi. Bahkan ada yang memperingatkan warga supaya waspada terhadap pengungsi Rohingya ini. Mereka sudah ditolak di tempat asalnya sehingga terlunta-lunta. 

Jangan sampai saat diberikan wilayah, justru mereka berbalik menguasai. Seperti yang dipahami netizen atas kasus Palestina vs Israel. Salah satu netizen yang mengatakan hal ini seperti pada komen postingan Rohingya oleh @newsrbaceh. Postingan iba tentang pengungsi Rohingya tidak ditanggapi positif oleh netizen. 

@riduan_***, nanti kayak israel di tanah dijanjikan

@raden_***, jangan sampai tamu mengisi keseluruhan pribumi. Saya setuju penolakan tsb. Satu dua kali malah keterusan. 

Akun @raden_*** foto profilnya kartun dengan latar belakang bendera Palestina. Banyak komentar lain sejenis bertebaran di media sosial lain. ***

 

 

 

 

 

 

Editor: Ali A

Sumber: ANTARA PIKIRAN ACEH

Tags

Terkini

Terpopuler