Petani Salak di Banjarnegara Nangis Darah, Harga Anjlok hingga Rp800/Kg

- 22 Maret 2024, 22:27 WIB
Petani salak di Banjarnegara nangis darah. Harga salak dari Rp5.000-8.000/kg anjlok menjadi Rp1.000 - Rp800/kg
Petani salak di Banjarnegara nangis darah. Harga salak dari Rp5.000-8.000/kg anjlok menjadi Rp1.000 - Rp800/kg /Dwi Widiyastuti/

BANJARNEGARAKU.COM – Petani salak di Kaliurip Kabupaten Banjarnegara nangis darah. Pasalnya hasil panen salak yang melimpah bukan berarti tanda bahagia namun sebaliknya.

Panen raya tahun ini membuat para petani salak tak berkutik. Banyaknya hasil panen petani salak membisukan harga.

Seperti yang dilansir banjarnegaraku.com dari Mardi petani salak asal Kliurip membenarkan bahwa harga salak membuat para petani nangis darah.

Baca Juga: Penukaran Uang Baru BI di MPP Banjarnegara Ternyata Sampai Bulan April, Ini Syarat dan Cara Daftar

“Harga Rp800 – Rp1000/kg petani tidak bisa menutup untuk biaya panen,” katanya dengan nada sedih.

Anjloknya harga salak salah satunya dipicu melimpahnya panen yang bersamaan. Selain itu buah yang lain manggis, duren dan lain sebagainya juga bermunculan.

Harga normal yang biasa petani salak terima saat jual kisaran Rp5000 – Rp7000/kg. Harga ini membuat para petani bangkit dari keterpurukan namun sekarang lain kondisinya.

Mardi selaku Sekdes Kaliurip menjelaskan juga bahwa pemerintah setempat terutama dinas terkait tahu akan kondisi ini. Namun belum ada solusi yang tepat untuk memecahkan masalah ini dengan segera.

Baca Juga: Fenomena 'Perang Takjil' Lintas Agama Jalin Toleransi dalam Keseruan Ramadhan 2024, Ini Pesan MUI

Kaliurip yang mempunyai tanah seluas 3.823.392 meter persegi didominasi oleh kebun salak.

Jadi mata pencaarian rata-rata masyarakat adalah petani salak. Persawahan di wilayah ini memang tidak ada.

“Sangat prihatin kita... bagaimana ini solusinya supaya petani dapat membiayai hidup,”  jelasnya lagi.

Baca Juga: DPC SI Banjarnegara Memperingati Haul Ke-90 Guru Soekarno

Pemerintah setempat sebaiknya bisa memberi solusi jitu. Namun belum ada tindak lanjut yang nyata akan kondisi.

“Waduh dijual ke mana lagi kalau lagi begini? Kebanyakan malah tidak dipanen,”  salah satu pedagang salak.

Semoga Dinas Pertanian dan Pengolahan Pangan Banjarnegara serta dinas terkait lainnya bisa membantu keluh kesah petani saat ini. Kondisi ini tidak boleh berlarut-larut agar kesejateraan petani terjaga.

Demikian informasi tentang petani salak di Banjarnegara nangis darah, harga anjlok hingga Rp800/kg.*

Editor: Ali A

Sumber: liputan


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x