Alur Cerita dan Kontroversi Film 'Kiblat', Benarkah Menistakan Ritual Ibadah?

- 26 Maret 2024, 11:58 WIB
Film Kiblat. ANTARA/HO - Film Kiblat.
Film Kiblat. ANTARA/HO - Film Kiblat. /

BANJARNEGARAKU.COM - Pascarilis trailer dan poster film Kiblat, muncul kontroversi yang mengarah pada penistaan terhadap ritual ibadah agama tertentu. Apa yang membuat film ini dinilai menistakan ritual agama tertentu?

Film kontroversial ini dibintangi oleh Ria Ricis, Hana Saraswati, Yasmin Napper, Dennis Adhiswara, dan Arbani Yasiz. Selain itu, film 'kiblat' juga disutradarai oleh Bobby Prasetyo yang juga telah menutradarai film 'Eyang Putri' (2021) dan 'Pamali' (2022).

Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Ainun, yang hidup dalam kebersamaan dengan pamannya di sebuah kampung. Namun, kehidupannya tidaklah biasa, karena Ainun tidak mengetahui siapa orangtuanya.

Dalam kehidupannya yang sederhana, ada satu tokoh yang selalu menjadi pusat kekaguman Ainun, yaitu Abah Mulya, pemimpin padepokan sakti di Kampung Bumi Suwung. Abah Mulya dianggap memiliki kekuatan luar biasa, mampu menyembuhkan penyakit dan bahkan menggandakan uang. Kehebatan inilah yang membuat Ainun dan sahabatnya, Rini, kerap kali meniru gaya hidup dan ajaran Abah Mulya.

Baca Juga: Malam Nuzulul Qur'an, Berikut Ini Keistimewaan dan Keutamaannya, Dianjurkan Lakukan Amalan Ini....

Namun, kekaguman itu mulai meredup ketika Ainun mulai menggali lebih dalam tentang Abah Mulya. Dalam pencariannya, Ainun menemukan fakta-fakta yang mengganjal. Tidak pernah terdengar azan dari padepokan Abah Mulya, dan jarang sekali orang-orang di sana melaksanakan salat. Ini menjadi titik balik dalam hidup Ainun, di mana dia mulai menyadari bahwa apa yang dianggapnya sebagai kiblat, sebenarnya adalah jalan yang salah.

Mendapati kenyataan tersebut, Ainun tidak berdiam diri. Dia memilih untuk berjuang dan melawan arus. Dia menolak untuk terjerumus lebih dalam ke dalam aliran sesat yang dia sadari telah menghalanginya dari kiblat yang sejati.

Baca Juga: Mengenal 3 Inspirasi Sarung Ramadhan 2024, Kombinasi Klasik Maupun Sentuhan Modern

Kontroversi film ini muncul pada penggunaan istilah 'kiblat' yang merupakan arah yang dituju umat Islam saat ibadah. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa Prof Asrorun Niam Sholeh seperti dilansir dari Antara bahwa penggunaan istilah dan simbol agama harus ditempatkan pada tempat yang pas.

Selain itu, poster yang dirilis juga menggambarkan seorang perempuan yang sedang rukuk (salah satu gerakan shalat) namun posisi kepala menghadap ke atas dengan wajah yang menyeramkan.

 

Penggunaan unsur horor pada gerakan shalat dianggap dapat membuat seseorang terpengaruh dan merasa takut saat beribadah. Menurut Anda, benarkah film ini mengandung penistaan ritual agama tertentu?***

Editor: Afif Fatkhurahman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Formasi PPPK 2023 Provinsi Jambi

22 September 2023, 19:09 WIB

Formasi PPPK 2023 Kabupaten Brebes

22 September 2023, 19:02 WIB

Formasi PPPK 2023 Kabupaten Bengkulu Tengah

22 September 2023, 18:56 WIB

Formasi PPPK 2023 Kabupaten Sigi

22 September 2023, 18:37 WIB

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x