THR Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran, Ini Kata Menaker....

- 20 Maret 2024, 15:55 WIB
Menaker Ida Fauziyah. THR Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran, Ini Kata Menaker....
Menaker Ida Fauziyah. THR Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran, Ini Kata Menaker.... /ANTARA/HO-Kemenaker/

BANJARNEGARAKU.COM - SE bernomor M/2/HK.04/III/2024 telah ditandatangani oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dan diterbitkan pada 15 Maret 2024. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan 2024 bagi buruh atau pekerja di perusahaan.

Diketahui, dalam surat edaran tersebut, Menaker mengimbau agar para Gubernur dan Bupati/Wali Kota mengupayakan perusahaan di wilayahnya membayar THR sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Baca Juga: Hebat! SMPN 3 Purbalingga Raih 10 Emas pada POPDA Tingkat Kabupaten

Dikutip banjarnegaraku.com dari Pikiran-Rakyat.com, adapun besaran THR bagi buruh yang dimaksud tergantung pada masa kerja para pegawai di perusahaan. Jika pekerja yang sudah bekerja selama 12 bulan atau lebih, maka THR yang akan didapat sebesar satu bulan gaji.

Namun, lanjut Menaker, perusahaan dimungkinkan memberikan THR kepada pekerja/buruh lebih baik dari peraturan perundang-undangan. Sementara bagi mereka yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan, akan diberi THR secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

"Ini sifatnya imbauan. Sekali lagi saya mengimbau kepada perusahaan agar membayar THR lebih awal sebelum jatuh tempo kewajiban pembayaran THR keagamaan," kata Menaker Ida Fauziyah.

Baca Juga: Optimalkan Kesehatan Anda Selama Puasa Ramadan dengan Jadwal Minum Air Putih yang Tepat

Jatuh Tempo Pembayaran THR Dalam SE disebut perusahaan wajib membayarkan THR lebih awal pada karyawannya sebelum jatuh tempo atau paling lambat seminggu sebelum hari raya keagamaan tiba.

"THR keagamaan wajib dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," ucap Ida.

Ida juga mewanti-wanti agar perusahaan membayar THR secara penuh dan tidak boleh dicicil. Tujuan Pemberian THR Ida menuturkan pemberian THR dimaksud untuk membantu meringankan beban biaya dalam memenuhi kebutuhan para pekerja atau buruh dan keluarganya dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

Pemenuhan hak tersebut juga diupayakan mengingat dewasa ini harga barang dan kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Baca Juga: Hindari 6 Jenis Buah Ini Saat Berbuka Puasa, Apa Saja?

"Bagi pekerja/buruh di perusahaan THR ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban biaya dalam memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam menyambut hari raya keagamaannya," katanya.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberi protokol yang jelas dalam pembayaran THR agar pemenuhan hak dan kewajiban karyawan maupun perusahaan terpenuhi.***

DISCLAIMER: Sebagian dari artikel ini sudah tayang di PikiranRakyat-Depok.com pada 20 Maret 2024, dengan judul: Menaker: THR Wajib Dibayar Maksimal H-7 Lebaran.

 

 

 

Editor: Dian Sulistiono

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x