Respons Cepat Aduan Masyarakat soal Jalan Rusak, Ganjar Perintahkan Pemkab/Pemkot Lakukan Ini

- 9 Maret 2023, 13:18 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat koordinasi  untuk mengatasi jalan rusak selama musim hujan.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat koordinasi untuk mengatasi jalan rusak selama musim hujan. /Humas Pemprov Jateng/

BANJARNEGARAKU.COM – Menanggapi aduan dari masyarakat yang masuk ke Pemprov Jateng terkait jalan rusak di berbagai daerah, Gbernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo perintahkan pemkab/pemkot di seluruh wilayah Jateng untuk lakukan optimalisasi anggaran.

 

 

Menurut Ganjar, aduan masyarakat itu jumlahnya ribuan. Bahkan tak terbatas karena masih terus masuk.

Menurutnya, setidaknya sejak 1 Januari-5 Maret 2023, sebanyak 2.801, kata Ganjar, aduan soal kerusakan jalan yang diterimanya lewat LaporGub sebanyak 1.358 jalan kabupaten/kota, 895 jalan desa/kelurahan, dan 548 jalan provinsi.

Baca Juga: Pemkab Banjarnegara Gencarkan Sosialisasi, Koordinasi dan Sinkronisasi Program Satu Data, Ini Selengkapnya

Seperti diketahui, selama akhir tahun 2022 hingga awal Maret 2023 ini, cuaca ekstrem melanda hampir seluruh wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Akibatnya, banyak infrastruktur rusak, tanggul jebol, jalan penuh lubang bahkan hancur hampir di semua wilayah Jateng.

Untuk mengatasinya, Ganjar pun terus mendorong optimalisasi anggaran pemeliharaan infrastrukur, terutama jalan rusak dan penuh lubang, juga tanggul yang jebol.

Baca Juga: Unik! Panen Karya Siswa SMP Negeri 1 Purwanegara, Mulai dari Tari Tradisional hingga Memanfaatkan Barang Bekas

Dengan upaya tersebut, Ganjar berharap kerusakan jalan itu tidak sampai menimbulkan korban hanya gara-gara pemerintah terlambat dalam menanginya.

"Jangan sampai ada korban karena lambatnya penanganan," ujar Ganjar dalam Rapat Penanganan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Jalan Serta Upaya Pengendalian Kemacetan dan Keselamatan Lalu Lintas, di Grhadhika Bhakti Praja, Rabu 8 Maret 2023.

Dalam rapat yang mengundang semua kepala daerah dan pihak lain yang bertanggung jawab dalam penanganan jalan rusak itu Ganjar juga meminta semua pihak terkait untuk siaga sepanjang Maret ini.

Baca Juga: Panen Prestasi! Ini yang Diraih Tim Putri SDIT Permata Hati pada Lomba Literasi Siswa SD se-Kecamatan Madukara

"Kami tidak mau gambling, karena faktanya sampai hari ini masih ada cuaca ekstrem, banjir masih ada, dan itu menggenangi infrastruktur, rusak dan menghajar kondisi jalan," ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Ganjar memerintahkan pihak terkait di daerah-daerah di Jateng untuk mengoptimalkan anggaran perbaikan jalan rusak.

"Mintakan seluruh biaya pemeliharaan, kalau perlu habiskan sekarang, karena ini menjaga keselamatan rakyat dari lubang (di jalan)," tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Ganjar mengundang pemangku tanggung jawab terkait dari rumpun Kementerian PUPR, antara lain Balai Besar Wilayah Sungai dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional di Jawa Tengah.

Baca Juga: Cegah Kecelakaan di Destinasi Wisata Perairan, Polres Banjarnegara Bagikan Life Jaket, Simak Selengkapnya

Selain itu, bupati/wali kota juga diundang. Tampak di antaranya Wali Kota Semarang, Bupati Semarang, Bupati Kendal, Pj Bupati Brebes, dan perwakilan dari daerah yang jalan-jalannya rusak.

"Ini saya kumpulkan kawan-kawan dari pemda, untuk semua ada yang bisa merespons ini dengan masyarakat secara langsung," katanya.

Penjelasan kepada Masyarakat

Dalam rapat tersebut Ganjar juga mengungkapkan soal pentingnya pejabat di daerah-daerah untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa perbaikan jalan rusak itu tidak bisa langsung selesai semuanya.

Baca Juga: Defile HUT Ke-73 Satpol PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran, Polres Banjarnegara Lakukan Pengamanan!

"Penting untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa tidak semua bisa selesai langsung, nah ini kami kerjakan. Kami kerjakan dan progres pengerjaan itu rakyat harus tahu, publik harus tahu. Makanya saya minta untuk dilaporkan kepada masyarakat," pintanya.

Ganjar mengaku senang karena dalam rapat tersebut disampaikan banyak problem dan kendala soal penanganan infrastruktur.

Adapun yang berkaitan dengan anggaran, Ganjar mendorong agar pemkab/pemkot bisa mengoptimalkan anggaran darurat yang ada.

"Saya juga berkomunikasi dengan Menteri PUPR dan kemarin ngobrol. Kami sedang menyiapkan membereskan apa juknisnya Inpres untuk infrastruktur ini, sehingga harapan kita ini bisa kita kejar, tapi rasa-rasanya ya selama bulan Maret ini mungkin tidak terlalu banyak anggaran baru yang bisa disedot. Maka anggaran daruratlah yang bisa kita gunakan untuk membereskan persoalan ini," jelas Ganjar.

Baca Juga: Sertifikasi Halal Wajib, Prof Ahmad Rofiq: LPPOM-MUI Jadi One Entity yang Siap Lakukan Ini...

Untuk persoalan banjir, Ganjar mengimbau pemkab/pemkot memperhatian pengendalian tata ruang. Khususnya, di daerah tangkapan hujan atau catchment area, seperti di Pegunungan Muria dan Kendeng.

Dalam hal itu, Ganjar meminta dukungan masyarakat untuk turut menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan lestari.

"Kita beberapa kali reboisasi kok tidak berhasil ya, kayaknya mesti melibatkan masyarakat. Masyarakat ikut menerima manfaat, tetapi sekaligus menjaga. Ini yang penting," tandasnya. ***

Editor: Ali A

Sumber: Humas Pemprov Jateng


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah