Asal Mula Lailatul Qadar sebagai Tanda Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW

- 2 April 2024, 12:40 WIB
Ilustrasi Asal Mula Lailatul Qadar sebagai Tanda Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi Asal Mula Lailatul Qadar sebagai Tanda Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW /PIXABAY/surgull01./

BANJARNEGARAKU.COM - Umat Nabi Muhammad Solallohu 'alaihi wassalam sering mendapat keistimewaan di antara umat-umat sebelumnya, salah satunya yaitu malam Al Qadar atau Lailatul Qadar. Berikut asal mula Lailatul Qadar yang hanya dberikan kepada umat Nabi Muhammad Solallohu 'alaihi wassalam.

Keistimewaan Lailatul Qadar yang sering 'diburu' umat Islam yaitu bahwa kebaikan atau amal yang dikerjakan pada malam itu akan dilipatgandakan seperti beramal selama seribu bulan atau lebih dari 83 tahun dimana sangat sulit bagi umat Nabi Muhammad Solallohu 'alaihi wassalam untuk beribadah sepanjang hari selama itu.

Baca Juga: Awal Ramadhan Beda, Mungkinkah Lebaran 2024 Bisa Sama?

Nabi Muhammad Solallohu 'alaihi wassalam menceritakan kepada para sahabatnya tentang seorang laki-laki di kalangan Bani Israil yang memiliki dedikasi luar biasa dalam ibadahnya.

Lelaki tersebut mengerjakan shalat malam hingga waktu Subuh, lalu melanjutkan dengan berjihad memerangi musuh di siang hari hingga menjelang malam tiba. Dedikasinya ini tidak hanya berlangsung selama beberapa hari, tetapi selama seribu bulan.

Sahabat pun bertanya tentang kemungkinan mendapat pahala yang sama dengan laki-laki Bani Israil itu. Menjawab pertanyaan tersebut, turunlah wahyu dari Allah swt berupa Surah Al Qadar ayat 1-5 yang artinya sebagai berikut:

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri hingga Orang Lain, Simak Berikut Ini Tata Caranya...

Sebagai umat Muslim, mari kita renungkan kembali makna dari cerita ini dan berupaya untuk mengisi malam-malam Ramadan kita dengan ibadah yang penuh keikhlasan, harapan, dan penyesalan. Semoga kita semua dapat meraih keberkahan dan ampunan Allah, terutama di malam-malam yang penuh berkah seperti Lailatul Qadar.*** 

Editor: Afif Fatkhurahman


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x